Orang Katolik Menjadi Hakim Agung Malaysia

Posted on

Richard Malanjum menjadi orang pertama dari dua negara bagian di Pulau Kalimantan yang didominasi Kristen yang menjadi hakim agung Malaysia, posisi peradilan tertinggi negara itu.

Malanjum, 65, seorang Katolik dari komunitas Kadazandusun di negara bagian Sabah, bertugas sebagai hakim kepala Sabah dan Sarawak sebelum bertugas di Pengadilan Federal tahun 2005.

“Dia telah melakukan banyak pekerjaan untuk mencoba membawa keadilan bagi orang miskin,” kata seorang teman yang menolak disebutkan namanya. “Pengadilan pribumi yang berbasis di daerah pedesaan Kalimantan adalah gagasannya. Dia pernah menjelaskan kepada saya bahwa keadilan sulit didapat oleh orang miskin dan telah mengganggu pikirannya untuk waktu yang lama.”

Penunjukan Malanjum dipandang sebagai jeda yang menentukan dari masa lalu menyusul pemecatan beberapa hakim yang berpikiran independen tahun 1988 dan serangkaian keputusan berikutnya yang mendukung pemerintah.

Penunjukan itu juga menandakan bahwa penguasa baru Malaysia, yang menggulingkan pemerintah koalisi Barisan Nasional yang berkuasa lama pada Mei, berada di jalur reformasi.

Peradilan negara, di bawah pemerintahan sebelumnya, memperoleh reputasi sebagai pro-Islam dengan beberapa keputusan kontroversial yang tampaknya bertentangan dengan konstitusi dan mengkhawatirkan non-Muslim.

Satu keputusan yang bergema di seluruh dunia: pengadilan memutuskan tahun 2013 bahwa non-Muslim dilarang menggunakan kata Allah.

Keputusan yang kontroversial itu menyatakan bahwa istilah Allah harus eksklusif untuk Islam dan jika digunakan oleh agama lain dapat menyebabkan kekacauan di masyarakat.

Orang-orang Kristen berpendapat bahwa mereka telah menggunakan kata itu, yang diserap oleh bahasa Melayu dari bahasa Arab, untuk menyebut Tuhan mereka selama berabad-abad.

Meskipun masa jabatan Malanjum berpotensi singkat – ia mencapai usia pensiun normal 66 pada Oktober – telah menjadi praktik umum untuk memperpanjang masa jabatan hakim nasional untuk tambahan enam bulan, sehingga ia bisa melayani hingga April.

Malanjum dididik oleh para bruder La Salle di SMA La Salle di Kota Kinabalu, ibukota negara bagian Sabah. Pengaruh mereka jelas terlihat karena dia sering berhubungan dengan para bruder selama bertahun-tahun setelah mereka pensiun.

Dia memulai karirnya di Departemen Pendidikan sebelum pindah ke beberapa departemen pemerintah lainnya.

Tahun 1972, ia lulus dari institut lokal sebagai mahasiswa eksternal Universitas London dan memperoleh gelar sarjana hukum tahun 1975.

Dia kemudian bekerja di kantor ketua mentri Sabah dan ditugasi sebagai wakil jaksa penuntut umum di kejaksaan agung negara bagian Sabah.

Dia melanjutkan studi di London dan di bekerja di bar di Inggris sebelum kembali bekerja di pemerintah di Malaysia.