Alami Keajaiban Saat Tenggelam, Wanita Palestina Ini Akhirnya Percaya Yesus

Posted on

156

Wanita asal Palestina ini tak menyangka masih bisa hidup sampai sekarang kalau bukan karena keajaiban yang dialaminya beberapa tahun lalu. Nadia pernah hampir tenggelam saat berenang dengan teman-temannya di laut berarus kuat.

Saat itu dia berpikir kalau hidupnya sudah berakhir. Tapi saat mengingat percakapannya dengan teman-teman Kristennya soal surga, dia mulai panik karena kalau mati dia bahkan tak akan pergi ke surga.

“Aku menyadari tempat di mana aku akan pergi, tempat yang sudah aku pilih. Saat itulah, aku merasakan sebuah tangan menyeretku keluar dari air. Pelampung muncul. Mereka mengatakan kepadaku kalau tempat itu adalah bagian laut yang sangat berbahaya dengan arus yang kuat,” katanya.

Saat dia sadarkan diri, muncul perasaan yang aneh di dalam hatinya. Dia merasa rindu untuk mengenal Tuhan lebih dekat. Saat itu dia pun mulai berdoa. “Aku bilang, ‘Tuhan selamatkan aku.’ Lalu aku mulai berbicara keras. Sekarang aku tahu ini adalah Roh Kudus yang ada di dalam diriku. Aku mulai mengaku. Aku terus mengulangi dengan keras: ‘Yesus adalah jalan, kebenaran dan hidup’. Aku terus mengulanginya selama mungkin 10 menit,” terangnya.

Sejak saat itulah Nadia menyadari kalau Tuhan orang Kristen itu hidup. Saat itulah dia semakin gigih mencari Tuhan.

Tapi sebagai anak yang terlahir di keluarga Kristen, keputusan Nadia untuk berpindah keyakinan bukan gak mendapat tantangan dari keluarganya. Ayahnya bahkan harus kena serangan jantung ketika mendengar putrinya itu memilih jalan keyakinan yang lain. Dia bahkan diusir oleh keluarganya.

Beberapa tahun setelah itu, Nadia bergabung dalam sebuah lembaga Kristen di Palestina. Sebagai seorang Kristen, dia mencoba untuk membawa kembali keluarganya kembali kepada Tuhan. Dia bahkan menawarkan doa untuk kesembuhan ayahnya.

Nadia adalah salah satu dari sejumlah sosok yang memilih percaya Yesus di negeri berpenduduk mayoritas Muslim itu. Sementara orang-orang Kristen yang tinggal di wilayah Palestina sendiri masih terus menghadapi tantangan berat di tengah masyarakat.

Baru-baru ini, sebuah laporan membeberkan bahwa komunitas Kristen yang tinggal di Palestina sudah semakin sedikit. Karena mereka terus ditekan untuk keluar dari tanah kelahiran Yesus itu.

“Kita semua butuh Kristus di tanah Kristus dan hal itu adalah masalahnya. Aku akan mengatakan tantangan dan potensi di saat yang bersamaan. Tantangannya adalah kalau Palestina adalah tanah Kristus di mana Dia lahir, mengorbankan diriNya atas nama semua orang (dunia),” ucap Jack Sara, pemimpin dari Bethlehem Bible College.

Sara juga mengklaim kalau Palestina adalah tempat kelahiran dan kebangkitan serta bersemayamnya Roh Kudus. “Dan gereja, dimulai dari sana. Tapi saat ini orang Kristen tidak mencapai 1.5% dari total populasinya,” tandas Sara.

Meski begitu, setidaknya kita bersyukur bahwa dari ribuan penduduk Palestina, Nadia adalah salah satu pribadi istimewa yang dilawat Tuhan dan dipakai untuk memberitakan kemuliaanNya atas Palestina. Kita berharap akan banyak Nadia lain yang berdiri untuk menyatakan Tuhan atas bangsa itu.

Sumber : Christianpost.com